apa itu asuransi jiwa ?

Setiap orang selalu mempunya resiko. Resiko adalah suatu ketidakpastian yang bersifat mengancam dan memiliki efek yang negatif. Ada beberapa pendekatan yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mengatasi resiko yang mengancamnya, pendekatan ini antara lain adalah dengan cara : menerima resiko yang terjadi dengan segala konsekuensinya, menghindari resiko, dan juga mentransfer resiko atau memindahkan resiko kepada pihak lain untuk meminimalisir dampak negatif yang dapat terjadi.

Asuransi Jiwa adalah salah satu cara untuk mentransfer sebuah resiko dari seseorang kepada suatu perusahaan.

Resiko apa yang ditangani oleh perusahaan asuransi jiwa ?

Setiap manusia memiliki siklus yang hampir sama dalam hidupnya, yaitu : lahir, masa pertumbuhan, dewasa, tua, dan akhirnya meninggal dunia. Beberapa orang tidak melewati fase-fase ini secara utuh, tapi umumnya dan kita semua berharap akan menjalani hidup ini dengan lancar hingga usia senja untuk menikmati hasil kerja kita dan melihat anak-cucu hidup bahagia.

Dalam fase-fase hidupnya manusia selalu memiliki resiko. Resiko yang pertama adalah tua, mengapa tua menjadi salah satu resiko ? Karena masa itu adalah suatu ketidakpastian, apakah masa itu dapat kita lalui dengan lancar, atau justru sakit-sakitan sebagai akibat terlalu memforsir tubuh untuk bekerja di waktu muda, pada saat tua umumnya orang sudah tidak lagi produktif untuk menghasilkan uang untuk nafkah hidup, sehingga hal ini perlu diantisipasi sejak muda dengan menabung untuk menjaga kesejahteraan hidup hingga saat tua tiba tanpa harus menggantungkan hidup pada orang lain. Resiko yang kedua adalah sakit atau kecelakaan, sakit atau kecelakaan menjadi resiko yang setara karena keduanya berhubungan dengan ketidakmampuan selama fase hidup manusia, bagaimana pun seseorang menjaga kesehatannya peluang sakit itu selalu ada, begitupula dengan kecelakaan, sebagaimana hati-hatinya seseorang dalam melakukan kegiatannya dalam hidup, peluang untuk mengalami kecelakaan itu tetap ada, kecelakaan disini tidak terbatas pada kecelakaan lalu lintas, tetapi juga jatuh, kejeduk, dsb. Untuk resiko pertama ada orang yang mengalami dampak resikonya adapula yang tidak sempat menjadi tua, begitu pula dengan resiko kedua, ada peluang untuk mengalami, tentu ada pula peluang untuk tidak pernah mengalami sakit/kecelakaan selama hidup. Tapi untuk resiko yang ketiga ini, setiap orang pasti akan mengalami, resiko ini adalah meninggal dunia. Meninggal dunia bagi orang yang mengalami memang akhir dari kehidupan ini, tapi bagi keluarga yang ditinggalkan ? kehidupan mereka masih terus akan berlangsung. Bagaimana jika peristiwa ini menimpa sang kepala keluarga yang notabene adalah tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab untuk menafkahi, menjaga kesejahteraan keluarga, atau bahkan aktif dalam meningkatkan taraf hidup keluarga ? Haruskah perjuangan selama hidup menjadi sia-sia ketika kematian menjelang, padahal cita-cita keluarga seharusnya bisa tercapai ?

Nah, ketiga resiko inilah yang dikelola oleh sebuah perusahaan asuransi jiwa. Agar tujuan kita dalam bekerja dan menafkahi keluarga dapat terjaga dan tercapai. Agar kita tidak perlu membongkar tabungan, menjual aset, menghentikan investasi, atau bahkan mencari pinjaman disaat resiko terjadi. Asuransi jiwa adalah sebuah rencana keuangan agar kehidupan perekonomian keluarga dapat senantiasa terjaga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s