Deposito/Emas/Asuransi mana yg terbaik ?

Pertanyaan seperti itu pernah saya baca di milis femina and friends,  dan ini adalah jawaban saya mengenai pertanyaan itu :

Mana yang terbaik?
Nah, kalo untuk pertanyaan yang ini sebaiknya teman-teman memahami dulu fungsi dari masing-masing bentuk simpanan uang itu, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan pribadi dan keluarga.

Kalo menurut saya simpanan emas dan deposito itu memiliki fungsi yang sama, kedua jenis simpanan uang ini berfungsi sebagai tabungan yang bisa digunakan jika sewaktu-waktu saya sebagai orang yang mempunyai uang tersebut membutuhkannya atau bisa juga ketika ada anggota keluarga saya yang membutuhkan uang tersebut ketika saya masih hidup. Kondisi kebutuhan disini bisa macam-macam, bisa saja ketika saya sakit, ketika anak saya sakit, ingin merenovasi rumah, ingin membeli kendaraan baru, atau ketika pekerjaan atau usaha saya tidak lancar, ketika saya pensiun, dsb, pokonya kondisinya ketika saya sang mpunya uang tersebut masih hidup, dan tabungan bisa dicairkan kapan saja sewaktu saya memerlukannya.

Setelah memahami kebutuhan ini baru kita bisa memilih simpanan mana yang cocok untuk kita.

1. simpanan emas nilainya sesuai dengan inflasi yang terjadi, jadi kita ngga perlu khawatir kalau beberapa tahun yang akan datang nilainya akan merosot, malah akan sesuai dengan tingkat harga saat itu. Cuma beresiko hilang, mau tidak mau harus sewa deposit box kalau ingin aman, nah disini kita harus hitung lagi apakah sesuai jumlah yang disimpan dengan biaya penyimpanannya.
2. deposito, relatif aman dari resiko hilang hanya saja bunganya tidak akan mampu mengejar angka inflasi yang rata-rata meningkat sebanyak 8% /tahun sementara bunga deposito sendiri sekitar 5%.

Yang jelas kalau anda memang membutuhkan dana cadangan untuk sewaktu-waktu diperlukan anda memang membutuhkan tabungan, tentang instrumen mana yang anda pilih silakan pertimbangkan saja.

Sekarang asuransi, asuransi adalah suatu cara untuk mentransfer resiko keuangan kepada suatu perusahaan.
Yang jelas menurut Safir Senduk dalam (http://www.perencanakeuangan.com) pada umumnya ada 5 jenis asuransi yang dibutuhkan oleh seseorang, kelima jenis asuransi itu adalah :
1. Kematian
Risiko kematian bisa terjadi kapan saja tanpa terduga. Bila yang meninggal adalah orang sebatang kara, tentu tak terlalu masalah. Repotnya kalau yang meninggal itu masih punya tanggungan anak-anak atau anggota keluarga lain. Bagaimana jadinya nasib mereka? Dari mana mereka bisa makan dan membayar uang sekolah?
Bila Anda saat ini mempunyai orang lain yang hidupnya Anda tanggung, tentunya pengambilan asuransi jiwa patut dipertimbangkan. Bila ada asuransi jiwa, maka orang yang Anda tinggalkan akan mendapatkan sejumlah uang pertanggungan yang bisa dia pakai untuk membiayai hidupnya. Jadi, ada pihak ketiga yang akan “menjaga” orang yang Anda tinggalkan.
Ada banyak perusahaan asuransi yang memberikan layanan ini. Semuanya berusaha memberikan layanan terbaik dengan berbagai bujukan lainnya. Anda tak perlu buru-buru menutup diri atau memilih. Gunakan waktu Anda untuk menyeleksi perusahaan mana yang memberikan tawaran dan pelayanan terbaik.

2. Kecelakaan
Di mana pun Anda berada, risiko kecelakaan pasti akan tetap saja ada. Anda naik pesawat, kereta api, kapal laut, peluang sekecil apa pun selalu ada. Bahkan ada kejadian orang sedang berjalan di lapangan terbuka tiba-tiba kejatuhan pesawat terbang. Pernah pula ada bus nyelonong menabrak rumah dan mencelakai penghuninya yang sedang tidur.
Apa yang terjadi kalau Anda mengalami kecelakaan? Anda biasanya akan dibawa ke rumah sakit. Anda juga akan menginap kalau luka-luka Anda perlu perawatan cukup lama. Akibat terburuk, Anda cacat. Bisa jadi salah satu organ atau anggota tubuh Anda tidak berfungsi. Akibatnya, Anda tidak bisa lagi bekerja dan mendapatkan penghasilan.
Karenanya, Bapak-Ibu, untuk mengantisipasi risiko ini ambil saja asuransi kecelakaan. Asuransi kecelakaan memberikan uang pertanggungan bila Anda mengalami kecelakaan sehingga harus dirawat inap di RS, mengalami cacat, atau bahkan kematian. Sama seperti asuransi kematian, ada banyak perusahaan yang menawarkan asuransi kecelakaan. Umumnya mereka memberikan premi yang terjangkau.

3. Sakit
Sakit itu mahal. Kalau Anda sakit, paling tidak Anda harus pergi ke dokter sehingga ada biaya konsultasi yang harus Anda bayar. Belum lagi obat dan kalau dirawat inap di RS. Iya kalau uangnya ada. Kalau tidak? Beberapa RS saja sekarang meminta uang muka sebelum Anda masuk dirawat. Belum lagi kalau Anda harus dioperasi.
Untuk berjaga-jaga dari situasi ini, Anda bisa mengambil asuransi kesehatan. Dibanding beberapa tahun lalu, sekarang sudah makin banyak perusahaan asuransi menjual produk ini. Ada produk yang memberikan penggantian RS saja, atau penggantian RS plus penggantian rawat jalan, plus obat juga. Sekarang, tinggal Anda saja yang menentukan pilihan paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Musibah atas Rumah
Belakangan ini kita sering menyaksikan berita terjadinya kebakaran. Baik itu pasar, kantor, maupun pemukiman. Nah, kalau musibah itu menimpa rumah yang Anda tempati sekarang, bayangkan apa yang akan terjadi. Repotnya, tidak semua orang memiliki cukup uang untuk membangun kembali rumahnya yang terkena musibah, sehingga banyak yang akhirnya harus menumpang di rumah saudara, atau lebih apes lagi di tenda-tenda darurat. Untuk jenis musibah macam ini juga tersedia asuransinya. Biasanya dengan harga cukup terjangkau.

5. Musibah atas Kendaraan
Anda punya mobil atau sepeda motor? Kendaraan Anda juga memiliki kemungkinan mengalami kecelakaan. Sekarang ini saja kalau menyetir, hampir bisa dipastikan ada saja kendaraan lain memepet-mepetkan kendaraannya ke kendaraan saya. Dan itu terjadi hampir setiap hari, terutama di kota-kota besar. Bahkan sudah mengemudi dengan sangat hati-hati pun masih bisa jadi korban akibat ulah pengemudi lain yang tak kenal aturan.
Bila risiko terjadi kecelakaan memang cukup besar, tak ada salahnya mengambil asuransi kendaraan. Terlebih lagi bila kendaraan itu menunjang Anda dalam mencari nafkah. Bila Anda asuransikan, saat terjadi kerusakan maka perusahaan asuransi-lah yang akan menanggungnya.

Dan perlu diingat asuransi sifatnya berbeda dari tabungan, uang yang kita bayarkan sebagai premi untuk asuransi tidak bisa kita cairkan kapan saja kita mau karena premi yang kita bayarkan adalah biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh jasa perlindungan keuangan bukan sebagai tabungan. Asuransi akan cair ketika terjadi resiko yang dipertanggungkan. Dewasa ini memang ada produk-produk asuransi jiwa yang menambahkan fungsi tabungan dan investasi pada programnya, tapi perlu diingat lagi nilai investasi memang bisa diambil kapan saja tetapi nilai investasi tidak bisa jadi pegangan utama mengingat nilainya bisa mengalami kenaikan dan penurunan kapan saja sesuai dengan nilai perdagangan saat itu jadi jika anda memutuskan untuk mengambil program asuransi + investasi ini sebaiknya anda mengerti dulu apa itu investasi dan apa manfaat serta resikonya, sementara itu untuk program asuransi + tabungan, nilai tabungannya pun tidak bisa diambil kapan saja seperti kalau kita menabung di bank, perusahaan asuransi baru akan memberikan jumlah total tabungan kita sesuai dengan yang ada di perjanjian jika kita selalu memenuhi pembayaran premi dalam jangka waktu yang sesuai dengan perjanjian itu pula .
Segi positifnya perusahaan asuransi membantu kita untuk lebih disiplin dalam menyisihkan uang dan menjaga agar tujuan penyimpanan sejumlah uang itu dapat tercapai sesuai dengan yang direncanakan.

Nah, semoga dapat menjadi sedikit pencerahan bagi anda untuk merencanakan keuangan bagi anda dan keluarga =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s